
(Malang, 16 Oktober 2024) – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) sukses mendominasi ajang Pemilihan Duta Kampus Universitas Negeri Malang 2024. Tiga perwakilan dari FK berhasil lolos ke tahap Grand Final Duta Kampus, yang diadakan di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM).
Ajang Pemilihan Duta Kampus Universitas Negeri Malang 2024 menjadi momen bersejarah bagi FK, FK berhasil memborong tiga gelar duta kampus: Winner, Runner-up II, dan Duta Terfavorit. Wijdan Reyga Yolanda Suhartono (Rey), mahasiswa FK yang dinobatkan sebagai pemenang utama, tampil memukau dengan gagasan dan inovasinya di bidang kesehatan kampus. Sementara itu, Alvino Ramadhany Putra (Avin) berhasil meraih gelar sebagai Runner-up II, dan Rr. Breamitha Marsha Arradea (Acha) membawa pulang gelar Duta Terfavorit berkat dukungan besar dari para penonton melalui voting online.
Keinginan untuk menginspirasi mahasiswa lain agar lebih berprestasi sangat penting, terutama untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) tidak hanya fokus pada studi akademis. Dengan aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial, mereka dapat menciptakan citra yang lebih luas tentang diri mereka. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga oleh kontribusi kepada masyarakat dan pengembangan diri di berbagai bidang. “Saya ingin menginspirasi mahasiswa lain untuk lebih berprestasi dan membuktikan bahwa anak Fakultas Kedokteran tidak hanya fokus pada belajar, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan. Kita bisa menunjukkan bahwa kita adalah sosok yang seimbang, berprestasi di akademis sekaligus aktif di organisasi dan kegiatan sosial.” Ujar Acha.
Untuk mencapai tahap final dalam Ajang Pemilihan Duta Kampus 2024 bukanlah hal yang mudah dan singkat. Seluruh peserta harus melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari wawancara, tes kemampuan public speaking, hingga penilaian keterampilan sosial. Dari total 50 peserta yang berhasil lolos ke program pembekalan dan pelatihan, terpilih 20 finalis yang berhak maju ke babak grand final. Setelah kompetisi ketat di antara 20 besar, enam pasang finalis dipilih untuk bersaing lebih lanjut, dan akhirnya, tiga pasang terpilih sebagai winner, runner up I, dan runner up II dalam ajang bergengsi ini. Proses seleksi yang intensif ini mencerminkan kualitas dan komitmen tinggi para peserta dalam mempersiapkan diri sebagai duta kampus.
Sebagai duta kampus harus memiliki komitmen dan semangat yang tinggi. Komitmen berarti siap berkontribusi secara aktif dalam kegiatan kampus dan masyarakat, menunjukkan tanggung jawab sebagai representatif universitas. Semangat tinggi sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan dalam proses seleksi dan menjalankan peran setelah terpilih. “Untuk menjadi Paduka UM, kita harus memiliki komitmen yang kuat dan semangat tinggi. Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang dedikasi untuk membawa perubahan positif bagi kampus dan masyarakat.” Tegas Alvin.
Wijdan Reyga Yolanda Suhartono, mahasiswa FK yang dinobatkan sebagai pemenang utama, tampil memukau dengan gagasan dan inovasinya di bidang kesehatan kampus. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya kesehatan sebagai kunci untuk meraih impian dan prestasi. Ia juga mengingatkan bahwa banyak anak muda saat ini lebih memilih minuman berasa yang sering kali tidak sehat dan dapat berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang. Sebagai solusi, ia mengapresiasi langkah kampus yang menyediakan air putih gratis, mendorong mahasiswa untuk beralih ke pilihan yang lebih sehat. Dengan tubuh yang terhidrasi dan sehat, mahasiswa dapat lebih fokus, produktif, dan siap mencapai prestasi akademik maupun non-akademik tanpa terhalang oleh masalah kesehatan.
“Luar biasa! Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa menjadi pemenang dan mewakili Fakultas Kedokteran di ajang ini untuk pertama kalinya. Persiapan yang saya jalani selama satu bulan, ditambah karantina selama tiga minggu dengan berbagai tes, membuat saya harus lebih baik dalam mengatur waktu antara akademis dan kegiatan duta. Meskipun waktu saya terasa sangat terforsir dengan banyak hal, semua usaha ini benar-benar sangat berharga dan menyenangkan!” ujar Rey dalam wawancara pasca kemenangannya.
Proses yang panjang dan melelahkan menunjukkan bahwa Ajang Duta Kampus UM bukan sekedar kontes belaka. Ajang ini diharapkan dapat mengembangkan serta menciptakan mahasiswa yang mampu mewakili universitas dalam kegiatan resmi, mengkampanyekan nilai-nilai positif, dan menjadi teladan bagi sesama mahasiswa. Melalui program ini, UM berharap duta kampus dapat menjadi sosok inspiratif yang memperkuat citra universitas dan membawa dampak positif di dalam dan luar kampus.