Prodi S1 Kedokteran

  • MODEL KURIKULUM

Model kurikulum yang digunakan oleh Program Studi Kedokteran UM adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi didefinisikan sebagai capaian pembelajaran lulusan, sehingga kurikulum pembelajaran disusun untuk memfasilitasi mahasiswa memperoleh capaian pembelajaran tersebut.

Prinsip pembelajaran yang digunakan di Program Studi Kedokteran UM menggunakan pendekatan SPICES, yang merupakan singkatan dari Student centered, Problem-based, Integrated, Community oriented, Elective/Early Exposure, Systematic.

  • Student Centered: pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dimana mahasiswa berpartisipasi secara aktif dalam setiap aktivitas pembelajaran. Dosen berperan sebagai instruktur dan fasilitator, yang memberikan arahan serta umpan balik untuk membantu mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. 
  • Problem-based: pembelajaran yang berbasis pada masalah, dimana mahasiswa akan membahas permasalahan dalam skenario dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Pembelajaran berbasis masalah dapat memfasilitasi mahasiswa untuk memahami berbagai materi secara kontekstual dan memecahkan permasalahan secara terstruktur dan berbasis bukti ilmiah, sebagaimana perannya kelak sebagai dokter yang akan menyelesaikan masalah kesehatan.
  • Integrated: pembelajaran yang bersifat integratif baik secara horizontal dan vertikal. Integrasi horizontal berarti terdapat integrasi antar blok pada fase pendidikan yang sama. Integrasi vertikal berarti terdapat integrasi antar fase pendidikan yang berbeda dan antar tahapan akademik dan profesi. Prinsip pembelajaran integratif dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mempelajari materi secara bertahap dari yang simple menuju kompleks, dan mengintegrasikan antara teori dan praktik.
  • Community oriented: pembelajaran yang berbasis pada komunitas digunakan untuk memfasilitasi mahasiswa mempelajari tatalaksana permasalahan kesehatan yang ada di komunitas. Pendekatan yang digunakan adalah experential learning, dimana mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mengobservasi, menganalisis, merencanakan, melakukan tatalaksana terhadap permasalahan yang ada di komunitas. Pengalaman yang didapatkan mahasiswa diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi permasalahan di dunia kerja. 
  • Elective/early exposure: pembelajaran elektif digunakan untuk memfasilitasi mahasiswa memilih dan menetapkan blok tertentu yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan kemampuannya. Pembelajaran dengan early exposure, dimana mahasiswa akan mendapatkan paparan kasus klinis sejak fase awal pendidikan. Pembelajaran kedokteran olaharaga yang menjadi kekhasan prodi juga dipaparkan sejak fase awal pendidikan.
  • Systematic: pembelajaran disusun secara sistematis dan terstruktur dituangkan ke dalam rancangan pembelajaran yang selaras antara tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan penilaian. Pembelajaran sistematis membantu mahasiswa memahami materi pembelajaran secara utuh dan komprehensif.

  • STRUKTUR KURIKULUM

Beban belajar mahasiswa dan capaian pembelajaran lulusan pada program studi Kedokteran dituangkan ke dalam Rancangan Pembelajaran dan Modul Pembelajaran untuk setiap mata kuliah dan blok disetarakan dengan satuan kredit semester (SKS). Beban SKS disusun ke dalam struktur kurikulum tahap akademik dan profesi sebagai berikut:

  • Struktur Kurikulum Tahap Akademik

Tabel 7. Struktur Kurikulum Tahap Akademik

Semester

Nama Mata Kuliah/Blok

Teori

Praktikum

Total

RPS

I

Blok Budaya Ilmiah, Bioetika, dan Humaniora

3,2 SKS

0,8 SKS

4 SKS

V

Blok Neuromuskuloskeletal Dasar

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Kardiovaskuler dan Respirasi Dasar

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Pendidikan Pancasila

2 SKS

 

2 SKS

V

Clinical Skills Lab 1

 

3 SKS

3 SKS

V

Total Semester I

 

 

19 SKS

 

II

Blok Pencernaan dan Metabolisme Dasar

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Endokrin dan Hematologi Dasar

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Urogenital dan Reproduksi Dasar

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Clinical Skills Lab 2

 

3 SKS

3 SKS

V

Pendidikan Agama

3 SKS

 

3 SKS

V

Metodologi Penelitian 1

0,8 SKS

0,2 SKS

1 SKS

V

Bahasa Inggris Profesi

2 SKS

 

2 SKS

V

Total Semester II

 

 

24 SKS

 

III

Blok Imunologi dan Infeksi 

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Kesehatan Anak

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Masalah Kardiovaskuler dan Respirasi 

3,2 SKS

0,8 SKS

4 SKS

V

Clinical Skills Lab 3

 

3 SKS

3 SKS

V

Pendidikan Kewarganegaraan

2 SKS

 

2 SKS

V

Total Semester III

 

 

19 SKS

 

IV

Blok Masalah Pencernaan dan Metabolisme

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Organ Indera

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Masalah Urogenital dan Reproduksi

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Clinical Skills Lab 4

 

3 SKS

3 SKS

V

Metodologi Penelitian 2

0,8 SKS

0,2 SKS

1 SKS

V

Pendidikan Bahasa Indonesia

2 SKS

 

2 SKS

V

Total Semester IV

 

 

21 SKS

 

V

Blok Masalah Muskuloskeletal

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Masalah Neuropsikiatri

4,8 SKS

1,2 SKS

6 SKS

V

Blok Riset Kedokteran

2,4 SKS

0,6 SKS

3 SKS

V

Clinical Skills Lab 5

 

3 SKS

3 SKS

V

Manajemen Inovasi

3 SKS

 

3 SKS

V

Total Semester V

 

 

20 SKS

 

VI

Blok Sistem Integumen

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Kedokteran Olahraga

4,8 SKS

1,2 SKS

6 SKS

V

Blok Kesehatan Masyarakat (Kedokteran Komunitas dan Pencegahan)

2,4 SKS

0,6 SKS

3 SKS

V

Blok Kesehatan Masyarakat (Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan)

2,4 SKS

0,6 SKS

3 SKS

V

Clinical Skills lab 6

 

3 SKS

3 SKS

V

Kuliah Kerja Nyata

0,8 SKS

3,2 SKS

4 SKS

V

Total Semester VI

 

 

24 SKS

 

VII

Blok Kegawatdaruratan dan Medikolegal

4 SKS

1 SKS

5 SKS

V

Blok Elektif 

0.8 SKS

3,2 SKS

4 SKS

V

Blok Komperehensif

2 SKS

1 SKS

3 SKS

V

Clinical Skills Lab 7

 

2 SKS

2 SKS

V

Interprofessional Education

2,4 SKS

0,6 SKS

3 SKS

V

Skripsi

 

2 SKS

2 SKS

 

Total Semester VII

 

 

19 SKS

 

Total Bobot SKS: 146 SKS

  • Struktur Kurikulum Tahap Profesi

Tabel 8. Struktur Kurikulum Tahap Profesi

Semester 

Nama Mata Kuliah/ Stase

Bobot SKS

RPS

Teori

Praktikum

Total

VIII

Kepaniteraan Junior 

1

1

2

VIII s/d XI

(Sesuai jadwal 

rotasi klinik)






XI



XI

Ilmu Penyakit Dalam

2

4

6

Ilmu Kesehatan Anak

2

4

6

Ilmu Kebidanan dan Kandungan

2

4

6

Ilmu Bedah

2

4

6

Ilmu Penyakit Saraf 

1

2

3

Ilmu Penyakit THT

1

2

3

Ilmu Penyakit Mata

1

2

3

Ilmu Penyakit Kulit Kelamin

1

2

3

Ilmu Kesehatan Jiwa

1

2

3

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal

1

1,5

2,5

Ilmu Kesehatan Masyarakat 

1,5

2,5

4

Radiologi

1

1,5

2,5

Anestesi dan Reanimasi

1

1,5

2,5

Kedokteran Olahraga (*)

1

2

3

Instalasi Gawat Darurat

1

1,5

2,5

Total

58

  • PETA KURIKULUM

Beban belajar mahasiswa tersebut dituangkan ke dalam peta kurikulum Program Studi Kedokteran yang berjalan secara linear pada tahapan akademik dan profesi, terdiri dari fase pembelajaran yaitu:

Fase 1 Pengenalan Pendidikan Kedokteran

Pada fase ini, mahasiswa mempelajari dasar sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani pendidikan kedokteran serta memberikan gambaran mengenai profil lulusan yang kompeten. 

Fase 2 Penguasan Ilmu Dasar Kedokteran

Pada fase ini, mahasiswa mempelajari ilmu dasar kedokteran, baik secara makro maupun mikro terkait dengan fungsi normal tubuh manusia; mampu mempraktekkan pemeriksaan dan prosedur medis pada tubuh normal manusia, mengenal berbagai kebaruan teknologi informasi di bidang kedokteran dan memahami prinsip kedokteran olahraga pada keadaan normal setiap sistem tubuh.

Fase 3 Penguasaan Masalah Kesehatan Individu

Pada fase ini, mahasiswa mulai mempelajari masalah kesehatan individu. Mahasiswa mempelajari proses perjalanan penyakit dan tatalaksananya mulai dari aspek promosi, prevensi, kurasi, dan rehabilitasi untuk mendapatkan pemahaman secara holistik dan komperehensif.

Fase 4 Penguasaan Masalah Kesehatan Khusus dan Komunitas

Pada fase ini, mahasiswa mempelajari masalah kesehatan masyarakat, memperdalam di bidang kedokteran olahraga, serta melakukan penelitian kesehatan dan mengimplementasikan berbagai teknologi informasi kedokteran terbaru sebagai langkah dalam pemecahan masalah kesehatan.

Fase 5 Aplikasi Ilmu Kedokteran dalam Penanganan Masalah Kesehatan 

Pada fase ini, mahasiswa memasuki tahapan pembelajaran profesi, dimana mahasiswa mengaplikasikan wawasan dan keterampilan yang telah dipelajari selama tahapan akademik dengan praktek secara langsung untuk menangani masalah kesehatan pada individu dan masyarakat di rumah sakit pendidikan dan wahana pendidikan, di bawah pengawasan dosen pembimbing klinis.

Translate »