MALANG – Tim perumus Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (BEM FK UM) berhasil menorehkan prestasi akademis yang membanggakan. Desain proposal pengabdian mereka yang bertajuk WELL CARE sukses terpilih sebagai salah satu dari 10 Rancangan Proposal Terbaik dalam seleksi internal tingkat Universitas Negeri Malang tahun 2026.

Prestasi ini diraih berkat bimbingan dari dr. Tisnalia Merdya Andyastanti, M.Kes. selaku Dosen Pembimbing, serta kerja keras Tim PPK Ormawa BEM FK UM yang beranggotakan:

  1. Ilham Akbar Hardiansyah (S1 Kedokteran 2024)
  2. Aqilah Nafi’a Putri (S1 Kedokteran 2025)
  3. Arikah Yasmin Atsabitah (S1 Kedokteran 2025)
  4. Bunga Istiqomah (S1 Keperawatam 2025)
  5. Dafa Dhanar Wardhana (S1 Kedokteran 2025)
  6. Daud Aditya Iskandar Moh. Mberu (S1 Kedokteran 2024)
  7. David Jeremy Gultom (S1 Kedokteran 2024)
  8. Elvaretta Ramadhani Putri D. (S1 Kedokteran 2024)
  9. Hanindiya Fadilah Genandi Isnani (S1 Kedokteran 2025)
  10. Marta Putri Nabilah (S1 Kebidanan 2025)
  11. Mohammad Nadhif Abhista Purwa (S1 Kedokteran 2025)
  12. Murtadho Aly Wafa (S1 Kedokteran 2024)
  13. Rendi Aditia Pratama (S1 Kedokteran 2025)
  14. Selvia Amelia Agustina (S1 Keperawatan 2025)
  15. Trofi Rizkitama (S1 Kedokteran 2024)

Meski rancangan program ini belum berkesempatan untuk dieksekusi melalui tahap pendanaan nasional (Belmawa) pada periode ini, pencapaian di tingkat universitas menjadi bukti konkret atas tingginya kualitas analisis dan daya saing gagasan yang disusun oleh tim mahasiswa FK UM.

Menyasar Akar Permasalahan Kesehatan Lingkungan

Proposal WELL CARE dirancang secara khusus sebagai cetak biru (blueprint) solusi atas tingginya angka penyakit kulit menular, seperti skabies, di lingkungan berhunian padat. Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, yang dikenal memiliki banyak fasilitas pondok pesantren, dipilih sebagai model rancangan wilayah sasaran.

Tim perumus tidak hanya menawarkan solusi pengobatan, melainkan sebuah sistem pencegahan komprehensif yang memadukan pendekatan komunitas dan teknologi informasi.

Desain Intervensi: Edukasi dan Digitalisasi

Dalam naskah proposalnya, tim menyusun kerangka intervensi terstruktur yang mencakup:

  • Pemberdayaan SDM Lokal: Perancangan modul pelatihan untuk membentuk kader kesehatan (Kader “Siaga Sehat”) dari unsur remaja dan warga desa yang mampu melakukan deteksi dini.
  • Program Edukasi Interaktif: Desain kegiatan penyuluhan serta demonstrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dirancang agar mudah diterima oleh santri dan warga sekitar.
  • Sistem Pemantauan Digital: Konsep perancangan website WELL CARE yang terintegrasi, di mana platform ini didesain untuk mencatat rekam jejak skrining kesehatan kulit secara real-time dan transparan.

Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Nilai tambah dari rancangan WELL CARE terletak pada pendekatannya yang berbasis data dan relevansinya dengan upaya percepatan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa. Cetak biru program ini didesain untuk mendongkrak tiga indikator utama SDGs, yaitu:

  1. SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera / Desa Sehat): Mendorong peningkatan indikator kesehatan desa melalui upaya promotif dan preventif secara langsung guna memutus rantai penularan penyakit infeksi di masyarakat dan pesantren.
  2. SDGs 4 (Pendidikan Bermutu / Pendidikan Desa Berkualitas): Meningkatkan literasi dan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kader serta edukasi terstruktur berbasis modul yang mudah dipahami.
  3. SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menginisiasi konsep pentahelix dengan merancang kolaborasi erat antara pihak akademisi (mahasiswa), pemerintah desa, tenaga kesehatan (Puskesmas), dan institusi pesantren sebagai satu kesatuan agen perubahan.

Karya Konseptual yang Siap Dikolaborasikan

Pencapaian Top 10 di tingkat institusi ini merupakan portofolio berharga bagi BEM FK UM. Dokumen rancangan WELL CARE menegaskan kapabilitas mahasiswa dalam memetakan permasalahan kesehatan secara saintifik dan menyusun peta jalan (roadmap) penyelesaiannya.

Ke depannya, cetak biru rancangan program yang sudah tersusun matang ini siap ditawarkan untuk dikolaborasikan dengan berbagai pihak—baik instansi kesehatan pemerintah maupun program Corporate Social Responsibility (CSR)—guna mewujudkan visi pesantren dan desa yang sehat secara nyata.

Translate »