Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa (5/10/2024) untuk membahas isu kesehatan di kalangan sivitas akademika. Dipimpin oleh Dr. dr. Moch Yunus, M.Kes., bersama tim yang terdiri dari dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., Subsp.ALK(K), kegiatan ini bertujuan mengevaluasi tingkat kebugaran dosen dan tenaga kependidikan serta menyusun program kebugaran jasmani yang menyeluruh untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat. Mengacu pada inisiatif Kampus Sehat dari WHO, FGD ini menekankan pentingnya promosi kesehatan melalui peningkatan literasi kesehatan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penyediaan layanan kesehatan yang memadai.

Kegiatan ini mendukung beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk SDG 3: Good Health and Well-being melalui upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika dengan langkah-langkah preventif seperti penyediaan fasilitas kesehatan, program olahraga rutin, dan edukasi terkait gaya hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4: Quality Education, karena menanamkan literasi kesehatan dan pola hidup sehat ke dalam budaya kampus, yang mendukung terciptanya lingkungan pembelajaran yang optimal. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth dengan meningkatkan kesehatan tenaga kependidikan sehingga mendukung produktivitas dan kesejahteraan kerja. Di sisi lain, rekomendasi seperti pengembangan fasilitas ramah lingkungan, termasuk jalur pejalan kaki dan jogging track, berkontribusi pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities, dengan menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan berkelanjutan.

FGD ini juga menyoroti sejumlah permasalahan kesehatan yang serius, seperti tingginya prevalensi penyakit metabolik, obesitas, serta rendahnya tingkat kebugaran tenaga kependidikan. Para ahli kesehatan yang hadir, termasuk Prof. Wara Kushartanti dan Dr. Rika Haryono, Sp.K.O., Subsp.ALK(K), memberikan rekomendasi strategis untuk menghadapi tantangan tersebut. Langkah-langkah yang disarankan mencakup penyediaan fasilitas kesehatan di titik-titik strategis kampus, pengembangan kantin sehat, penyediaan pusat kebugaran terbuka, serta program senam pagi rutin. Dengan implementasi inisiatif-inisiatif ini, UM berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat, produktif, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika, sekaligus berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Translate »